Teguran atau Cobaan

Kemaren malam entah kenapa gue berasa aneh banget. Entah malemnya yang aneh ato gue-nya yang aneh. Mungkin semuanya aneh, ato mungkin juga mereka saja yang aneh gue nggak. Tapi nggak dipungkiri gue aneh mereka tidak.*PLAK!!! dasar orang aneh*.

okeh jangan mikir aneh2!!!

kemaren malem gue berempat dengan teman gue seperti biasa berada di panti bina insani (lokasi KKN). Malam itu kegiatan seperti biasa sehabis isya’ gue dampingin si Salim belajar, Dhani ngoreksi LKS “ murid “ SMPnya, Brian dan Dony baru pulang dari nonton pertandingan bulutangkis di kelurahan. Sekitar pukul 10 semua kegiatan yang berkaitan dengan anak2 panti berakir. Karena mereka semua harus tidur. suasana panti pun mendadak sepi (lebay).

lagi asik2 ngenet, ehhh…..*un…un..un..un..*ringtone HP Brian bunyi, ternyata telpon dari sang kekasih. Selang 5 detik kemudian *auuu….auuu…auu…*ringtone HP Dony bunyi, ternyata telpon juga dari sang kekasih. Selang 10 detik kemudian*tik tak tik tak tik tak*ringtone HP Dhani bunyi, ternyata telpon juga dari sang kekasih.

Aku: duh, telponku kq g bunyi ya??*dalem hati*

Aku: ……..*lirik2 liat Brian, Dony, dan Dhani*

karena di ruangan itu cuma ada kami berempat, dan yang 3 telponan. Mendadak ruangan pun menjadi rame. dan suara rame2 itu GAK ADA YANG PENTING!!! (sakjane yo ngarep enek sing nelpon :p) hihihihihi….

Brian: halo, ya yang…

Dony: halo, ya yang…

Dhani: halo, ya yang…

Aku: *asik ngenet*

Brian: lagi dimana?

Dony: lagi dimana?

Dhani: di panti

Aku: *udah mulai risi denger orang telponan*

Brian: eh2, yang tau gak. kan disini ada 4 orang….(bla bla bla)

Doni: udah makan? *suara dikeraskan*

Dhani: *ketawa2 gak jelas*

Aku: *makin risi. karena aku dah mulai dibahas kalo g ada yang nelpon*

Brian: *cekikikan* bntr ,geng. hbs ini tak misscall kamu.

Dony: enak lho ,geng…ditelpon

Dhani: Geng, km mw ditelpon ntr sama cewek ku *cekikikan*

Aku: mudah2an ibuk telpon aku*dalem hati*

benar2 aneh malam itu. Untung aja gak satu unit di ruangan itu dan semua telponan kecuali gue, bisa depresi berat dan tanpa basi basi mengubah fungsionalitas HP yang tadinya dipake buat telpon dan SMS jadi alat itung (baca:kalkulator)

dan syukur alhamdulillah pembicaraan GAK PENTING mereka bertiga di telpon nggak berlangsung lama. Gue masih bisa bernafas, masih bisa melihat, masih bisa mendengar, masih bisa hidup *terlihat agak lebay sodara-sodara* hag hag hag….

jadi, ini teguran apa cobaan ya???

2 thoughts on “Teguran atau Cobaan

  1. Dimas says:

    bilang dong geng kalo mau tak telpon, tinggal sms aja kok, wakaka!

  2. Ageng Sajiwo says:

    @dimas: rrrrrrr……*jambak2 mas dim*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: