Jogja Kota Partimer

Gak kerasa sudah 9 tahun aq tinggal di Jogja. Yang dulunya ke Jogja sebagai perantau untuk menuntut ilmu di sebuah universitas ketermuka dizamannya, sekarang sudah ber-KTP Yogyakarta (Jogja). Ada mitos tentang tugu jogja di kalangan mahasiswa-mahasiswa Jogja “Siapa yang berfoto di Tugu Jogja sambil memeluk tugu maka ia akan cepat lulusnya” demikian juga sebaliknya, kalo gak salah sih gitu bunyi mitosnya. Bisa disimpulkan foto tapi gak sambil meluk tugu itu gak pergi dari Jogja gara-gara gak lulus-lulus. Naaahh….mungkin aq lupa pernah foto di Tugu tapi sambil peluk orang, jadinya lulus gak cepet gak lama, tapi pindah domisili ke Jogja alias jadi warga Jogja😀

Kata orang Jogja itu kota pelajar, kota pendidikan, banyak pelajar dan mahasiswa yang memenuhi kota Jogja. Mahasiswa itu ada 3 di Jogja :

1. Mahasiswa yang kerjaannya kos – kampus – kos

2. Mahasiswa yang kerjaannya kos – maen – kampus – maen – kos

3, Mahasiswa yang kerjaannya kos – kerja – kampus – kerja – kos

Mahasiswa nomer 1 itu lulusnya cepet, nomer 2 itu lulusnya lama bahkan beresiko gak lulus dan alasan utama gak lanjut kuliah gara-gara maen, nomer 3 itu lulusnya lama jika beresiko gak lulus tapi gak lulus karena alasan pekerjaan, dan itu berpenghasilan.

Nah, pengamatanku selama di Jogja itu  banyak mahasiswa nomer 3, mahasiswa yang mengisi waktu-waktu luangnya untuk bekerja paruh waktu disebuah perusahaan atau partime istilahnya. Jadi bisa dibilang Jogja itu kota Partimer. Termasuk aq sendiri sekitar tahun 2007 mencoba menjadi partimer. Karena merasa rugi aja waktu kosong banyak diisi sama pergi maen bareng temen-temen dan merasa keren aja ngeliat mahasiswa yang udah kerja sudah punya penghasilan sendiri😀.

Dan di Jogja itu cukup banyak perusahaan yang menerima partimer mahasiswa untuk dijadikan karyawan apalagi sekarang. karena usaha-usaha di Jogja yang terus tumbuh dan berkembang.

6 bulan menjajal menjadi partimer tumbuh keinginan baru setelah banyak belajar di tempat perusahaan saya bekerja. Keinginan yang mungkin saat itu terasa “apa iya bisa tercapai? ” dan keinginan yang sebelumnya belom pernah saya pikirkan sama sekali. Keinginan menjadi wirausahawan. Banyak hal yang mendasari keinginan menjadi wirausahawan saat itu. Beberapa hal yang mendasari keinginan saya dan ada kaitannya juga dengan banyaknya mahasiswa di Jogja bakal aq ceritain di postingan selanjutnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: